Polling

Menurut anda Tampilan Web site ini Bagaimana ?


Hasil

Statistik Pengunjung


Pengunjung Hari ini : 53
Pengunjung Bulan ini : 37
Total Pengunjung : 1405

KEGIATAN BINA KELUARGA LANSIA

Tanggal : 10 Jan 2018 04:53 Wib



           Indonesia mengalami peningkatan jumlah dan proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas cukup pesat. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Pertumbuhan yang pesat ini merupakan implikasi dari semakin baiknya kualitas hidup karena fasilitas kesehatan yang semakin lengkap merata ke seluruh pelosok desa, digunakannya obat - obat canggih, yang menyebabkan usia harapan hidup meningkat. Penanganan kesehatan umum lansia sudah dilakukan pemerintah lewat program Posyandu Lansia dan Puskesmas. Salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah semakin meningkatnya usia harapan hidup yang menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia (Lansia ) terus meningkat dari tahun ketahun. Ketika memasuki usia pralansia, berbagai upaya harus dipersiapkan oleh lansia itu sendiri maupun keluarga agar nantinya menjadi lansia yang sehat, aktif, mandiri ,dan produktif yang disebut sebagai lansia tangguh. Penelitian ini secara umum bertujuan mengetahui dan menganalisa bagaimana penyuluhan kelompok Bina Keluarga Lansia dalam mewujudkan Keluarga Lansia Tangguh Di Desa Keramas. Sedangkan secara khusus tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ;

  1. Pembentukan kelompok BKL meliputi: Persiapan, Penggalangan kesepakatan dan Pembentukan  kelompok.
  2. Sasaran penyuluhan dikelompok Bina Keluarga Lansia yaitu: Sasaran langsung dan Sasaran tidak langsung.
  3. Kegiatan Penyuluhan meliputi: Kegiatan utama yang dilakukan pada kelompok BKL / Kader dan Kegiatan pengembangan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah pegawai dan kader lansia serta masyarakat khususnya lansia di Desa Keramas Berdasarkan hasil temuan-temuan penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa;

  1. Penyuluhan Bina Keluarga Lansia sangat bermanfaat dan sudah jelas mengenai penyuluhan serta tata cara kerja kelompok BKL sehingga dapat terbentuklah kelompok kerja (pokja) BKL bagi desa-desa yang awalnya belum terbentuk dan belum diterapkan sekarang sudah diterapkan dalam masyarakat.
  2. Penyuluhan Bina Keluarga Lansia secara umum sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya lansia karena sudah mendapat peluang bimbingan dan motivasi yang ditunjukkan dengan merasakan badan menjadi lebih sehat dan kuat, mandiri, produktif serta bermanfaat bagi lingkungan sehingga terwujud keluarga lansia yang tangguh di masyarakat.
  3.  Penyuluhan BKL berkenaan dengan kegiatan olahraga yang dirasakan oleh lanjut usia yakni kesadaran untuk melakukan senam lanjut usia di Pokja maupun dirumah, serta melakukan jalan kaki dan grak jalan disekitar lingkungan rumah.

Dengan peningkatan usia harapan hidup jumlah penduduk lanjut usia (lansia) semakin bertambah. Kalau pada tahun 70-an angka harapan hidup bagi wanita rata-rata 54 tahun, pada tahun 2010 ini angka harapan hidup bagi wanita rata-rata 70 tahun dan bagi pria 68 tahun. Dengan demikian semakin meningkatnya jumlah lansia maka perhatian terhadap lansia perlu ditingkatkan agar terwujud kualitas keluarga yang sejahtera lahir dan batin. Karena penduduk lanjut usia menghadapi berbagai perubahan dalam hidupnya baik fisik, psikis, sosial, dan ekonomi dengan demikian diperlukan kesiapan keluarga, khususnya keluarga lansia itu sendiri atau keluarga yang mempunyai lansia untuk membinanya melalui kelompok kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL).

LANJUT USIA adalah seseorang berusia 60 tahun atau lebih. KELUARGA LANJUT USIA adalah keluarga yang di dalamnya terdapat anggota yang lanjut usia atau keluarga yang seluruh anggotanya yaitu suami dan istri sudah berumur 60 tahun. BINA KELUARGA LANSIA adalah kelompok kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan keluarga lansia dan keluarga yang memiliki anggota keluarga berusia di atas 60 tahun ke atas dalam pengembangan, pengasuhan, perawatan, dan pemberdayaan lansia agar dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Lansia adalah akronim dari Lanjut Usia. Pada azasnya lanjut usia dapat dibedakan menjadi lansia awal (45-54 tahun), pra lansia / pra senile (55-59 tahun), dan lansia (60 tahun ke atas). Batasan usia lansia berbeda-beda sesuai dengan situasi sosial budaya setempat. Menurut UU No. 13 tahun 1998 lansia di Indonesia ditetapkan pada usia 60 tahun ke atas. Menurut WHO lansia dibedakan menjadi lansia awal : 60-69 tahun, pra lansia : 70-79 tahun ke atas, lansia 80-89 tahun ke atas.

Dalam konteks ini BKKBN (1955) menggunakan batasan lanjut usia terdiri dari pra lansia (50-60 tahun) dan lansia (60 tahun ke atas). Pada era pra lansia, pada umumnya lansia perempuan memasuki periode menopause. meski usia merupakan cara untuk mendefinisikan lansia, namun pada dasarnya usia bukanlah faktor terpenting ketika membicarakan Kebutuhan Kesehatan Lansia.

Bina Keluarga Lansia bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia, melalui kepedulian dan peran keluarga dalam mewujudkan lansia yang sehat, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, produktif dan bermartabat bagi keluarga dan masyarakat.

 


Kegiatan Desa Lainnya

KEGIATAN PELATIHAN TATA RIAS / SALON 2018

Tanggal : 27 Apr 2018 03:16 Wib

KEGIATAN PELATIHAN TATA RIAS / SALON 2018

PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN ( PMT ) KEPADA BAYI DAN BALITA 2018

Tanggal : 27 Apr 2018 02:51 Wib

PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN ( PMT ) KEPADA BAYI DAN BALITA 2018

KEGIATAN PENINGKATAN KAPASITAS KADER POSYANDU MELALUI SENAM IBU HAMIL 2018

Tanggal : 27 Apr 2018 02:33 Wib

KEGIATAN PENINGKATAN KAPASITAS KADER POSYANDU MELALUI SENAM IBU HAMIL 2018

PENATAAN TEMPAT PERMAINAN TAMAN KANAK - KANAK WIDYA STANA KUMARA

Tanggal : 17 Jan 2018 02:26 Wib

PENATAAN TEMPAT PERMAINAN TAMAN KANAK - KANAK WIDYA STANA KUMARA

BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONICS UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT

Tanggal : 12 Jan 2018 03:25 Wib

BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONICS UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT